Cita-cita Proklamasi & Wujud Bangsa
Cita-cita proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia adalah terwujudnya suatu bangsa yang merdeka, bersatu, adil dan makmur sejahtera lahir dan batin, bermartabat dan sederajat dengan bangsa-bangsa lain didunia, serta mampu mewujudkan suatu pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia menuju tercapainya kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, keadilan sosial dan menjamin terpenuhinya hak asasi manusia serta ikut melaksanakan ketertiban dunia.
Bagi Partai Kebangkitan Bangsa, wujud dari bangsa yang dicita-citakan itu adalah masyarakat yang terjamin hak asasi kemanusiaannya yang mengejawantahkan nilai-nilai kejujuran, kebenaran, kesungguhan dan keterbukaan bersumber pada hati nurani (as-shidqu), dapat dipercaya, setia dan tepat janji serta mampu memecahkan masalah-masalah sosial yang dihadapi (al-amanah wa al-wafa-u bi al-ahdli), bersikap dan bertindak adil dalam segala situasi (al-‘adalah), tolong menolong dalam kebajikan (al-ta’awun) serta konsisten menjalankan ketentuan yang telah disepakati bersama (al-istiqomah) musyawarah dalam menyelesaikan persoalan sosial (al-syuro) yang menempatkan demokrasi sebagai pilar utamanya dan persamaan kedudukan setiap warga negara didepan hukum (al-musawa) adalah prinsip dasar yang harus ditegakkan.
Misi & Lima Jaminan Dasar
Misi utama PKB adalah tatanan masyarakat beradab yang sejahtera lahir dan batin, yang meliputi:
- Hifdzu al-Nafs: Terpeliharanya jiwa raga dan hak mendapatkan keselamatan.
- Hifdzu al-Din: Terpeliharanya agama dan larangan pemaksaan agama.
- Hifdzu al-Aql: Kebebasan berekspresi dan berpendapat.
- Hifdzu al-Nasl: Perlindungan masa depan generasi penerus.
- Hifdzu al-Mal: Terpeliharanya harta benda.
Misi ini ditempuh dengan pendekatan amar ma’ruf nahi munkar.
Jalur Kekuasaan & Kebijakan Publik
Penjabaran misi harus dicapai melalui keterlibatan penetapan kebijakan publik. Jalur kekuasaan menjadi amat penting ditempuh dalam proses mempengaruhi pembuatan kebijakan publik melalui perjuangan pemberdayaan kepada masyarakat lemah, terpinggirkan dan tertindas, memberikan rasa aman, tenteram dan terlindungi terhadap kelompok masyarakat minoritas dan membongkar sistem politik, ekonomi, hukum dan sosial budaya yang memasung kedaulatan rakyat.
PKB sadar bahwa kekuasaan itu sejatinya milik Tuhan Yang Maha Esa. Kekuasaan merupakan titipan dan amanat yang mensyaratkan kemampuan menerapkan kejujuran, keadilan dan kejuangan yang senantiasa memihak kepada pemberi amanat.
Kedaulatan Rakyat & Kontrol Kekuasaan
Kekuasaan harus dapat dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan dan dapat dikontrol pengelolaannya oleh rakyat. Kontrol terhadap kekuasaan hanya mungkin dilakukan manakala kekuasaan tidak tak terbatas dan tidak memusat di satu tangan, serta berada pada mekanisme sistem yang institusionalistik, bukan bertumpu pada kekuasaan individualistik.
Pluralisme & Tiga Ukhuwah
Penerapan nilai-nilai Pancasila harus dijiwai dengan sikap mengembangkan hubungan tali persaudaraan antar sesama:
(Agama)
(Kebangsaan)
(Kemanusiaan)
Karakter & Sifat Partai
Partai Kebangkitan Bangsa bercirikan humanisme religius (insaniyah diniyah). Partai adalah ladang persemaian untuk mewujudkan masyarakat beradab yang dicitakan, serta menjadi sarana kaderisasi kepemimpinan bangsa.
PKB adalah Partai Terbuka (lintas agama, suku, ras, dan golongan) serta bersifat Independen, menolak segala bentuk kekuasaan yang bertentangan dengan tujuan didirikannya partai.