DPAC PKB SAGULING

Menembus Keterbatasan, Kisah Haru Guru Ngaji Tunanetra di Saguling Terima Kejutan dari Ketua DPAC PKB SAGULING

26 January 2026 39 Views
Menembus Keterbatasan, Kisah Haru Guru Ngaji Tunanetra di Saguling Terima Kejutan dari Ketua DPAC PKB SAGULING

SAGULING – Di tengah keterbatasan penglihatan, lantunan ayat suci Al-Qur’an tak pernah berhenti mengalir dari lisan Ust. Odih. Puluhan tahun mendedikasikan hidup sebagai guru ngaji meski tak bisa melihat dunia, sosok Ust. Odih akhirnya mendapat perhatian khusus.

Pada Minggu sore (24/01/2026), suasana haru menyelimuti kediaman Ust. Odih saat Ketua DPAC PKB Kecamatan Saguling, Samsudin, datang berkunjung. Bukan sekadar silaturahmi biasa, kedatangan ini membawa pesan kepedulian mendalam bagi para penjaga moral bangsa di tingkat akar rumput.

Pahlawan dalam Kegelapan

Ust. Odih adalah bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk mengabdi. Di lingkungan tempat tinggalnya, beliau dikenal sebagai “lentera” bagi anak-anak yang ingin belajar mengaji.

“Beliau adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang sesungguhnya. Di saat kita yang sehat kadang lalai, Ust. Odih dalam keterbatasannya justru mencetak generasi berakhlak mulia,” ujar Samsudin dengan nada bergetar saat menyerahkan bantuan.

Dukungan Nyata untuk Guru Ngaji

Samsudin menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar bantuan seremonial, melainkan komitmen untuk memastikan para guru ngaji, terutama yang memiliki kebutuhan khusus, tidak berjalan sendirian.

“Kami ingin memastikan sosok seperti Ust. Odih tetap merasa didukung dan dihargai. Mereka adalah pilar penting bagi masyarakat kita,” tambahnya.

Isak Tangis Syukur

Menerima perhatian yang tak disangka-sangka, Ust. Odih tak kuasa menahan rasa harunya. Sambil menggenggam tangan Samsudin, beliau menyampaikan rasa syukurnya.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Perhatian ini bukan sekadar soal materi, tapi motivasi bagi saya untuk terus mengajar selama raga masih bernyawa,” ungkap Ust. Odih lirih namun penuh semangat.

Kisah Ust. Odih menjadi pengingat bagi kita semua: bahwa di sudut-sudut desa, ada orang-orang ikhlas yang terus berjuang untuk umat meski dalam sunyi dan keterbatasan.

Diskusi Warga (0)

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama memberikan masukan!

Sampaikan Aspirasi / Komentar