BANDUNG BARAT — DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung Barat terus menggelorakan semangat kebersamaan dan spiritualitas politik kebangsaan melalui kegiatan Mujahadah Keliling yang digelar di 16 kecamatan atau 16 DPAC PKB se-Bandung Barat.
Program ini menjadi wujud nyata bagaimana PKB bukan hanya bergerak di ranah politik elektoral, tetapi juga menghadirkan gerakan spiritual dan kebudayaan yang dekat dengan masyarakat.
Kegiatan mujahadah ini telah berlangsung rutin selama dua tahun lebih di Kantor DPC PKB Bandung Barat, dan kini diperluas menjadi kegiatan keliling untuk lebih menyentuh masyarakat di tingkat akar rumput.
Dalam dua pekan terakhir, kegiatan ini telah digelar di Kecamatan Padalarang dan Kecamatan Cipeundeuy, dengan antusiasme luar biasa dari para tokoh masyarakat, pengurus DPAC, badan otonom, dan warga setempat.
Rangkaian selanjutnya akan dilaksanakan pada Kamis mendatang di Kecamatan Parongpong, yang diproyeksikan menjadi titik penting dalam menguatkan ukhuwah, semangat gotong royong, serta konsolidasi kader dan simpatisan PKB di wilayah utara Bandung Barat.
Ketua DPC PKB Bandung Barat, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa Mujahadah Keliling ini bukan sekadar doa bersama, melainkan juga ikhtiar politik kebangsaan untuk kemaslahatan umat dan kemenangan rakyat.
“PKB lahir dari rahim Nahdlatul Ulama, dan nilai-nilai spiritual menjadi dasar gerak politik kami. Mujahadah ini adalah cara kami mengokohkan niat, menyatukan hati, dan memohon pertolongan Allah agar langkah perjuangan PKB membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui mujahadah yang dikemas sederhana namun penuh makna ini, PKB ingin menghadirkan wajah politik yang teduh, politik yang merangkul, bukan memukul; membangun, bukan menjatuhkan.
Kegiatan Mujahadah Keliling DPC PKB Bandung Barat diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi antar kader, tokoh agama, dan masyarakat, sekaligus memperkuat soliditas menjelang berbagai agenda strategis ke depan.
Dengan semangat “Ngaji, Ngabdi, Nglakoni,” PKB Bandung Barat terus bergerak — dari kantor DPC hingga pelosok desa — meneguhkan diri sebagai partai yang berpihak pada rakyat dan berjuang dengan dasar iman, ilmu, dan amal.